Rencana Kenaikan Suku Bunga AS di Desember 2017

Informasi Bisnis –¬†Beberapa¬†pimpinan bank sentral AS Federal Reserve memberikan sinyal terkait kenaikan suku bunga acuan AS secara bertahap.

Hal ini menyusul data serapan tenaga kerja AS yang mengecewakan pada September 2017 lantaran dampak sejumlah bencana badai. Selain itu, ekspektasi kenaikan inflasi AS juga masih tidak berubah.

“Meskipun inflasi saat ini berada di bawah target kami, saya rasa masih sesuai apabila terus melanjutkan pemangkasan pelonggaran kebijakan moneter secara bertahap,” kata Presiden New York Fed William Dudley seperti dikutip dari Reuters, Senin (9/10/2017).

Beberapa pimpinan The Fed setuju dengan pernyataan Dudley. Beberapa meyakini bahwa kenaikan suku bunga acuan Fed Fund Rate (FFR) dilakukan pada Desember 2017, namun mereka juga skeptis terhadap inflasi.

Presiden Atlanta Fed Raphael Bostic menyatakan dirinya terus meyakini bank sentral harus menaikkan suku bunga acuan lagi pada akhir tahun ini. Meskipun ia juga menyatakan bakal terus memonitor sejumlah data ekonomi.

Sinyal Kuat Kenaikan Suku Bunga AS di Desember 2017

“Inflasi akan terus meningkat karena rendahnya angka pengangguran, ini akan menjadi latar belakang kenaikan suku bunga lebih lanjut,” tutur Presiden Dallas Fed Robert Kaplan.

Data serapan tenaga kerja AS turun pada September 2017, pertama kalinya dalam 7 tahun. Namun, angka pengangguran juga turun ke 4,2 persen dan upah per jam naik di atas ekspektasi.

Bulan lalu, The Fed mempertahankan suku bunga acuan dan mengumumkan dimulainya penurunan neraca sebesar 4,5 triliun dollar AS. Namun, pasar mengekspektasikan kenaikan suku bunga acuan lagi pada Desember 2017.

Hal ini khususnya setelah Gubernur The Fed Janet Yellen mengutarakan keyakinanta bahwa inflasi akan bergerak menuju target The Fed, yakni 2 persen. Adapun saat ini inflasi AS mencapai 1,4 persen.

Para pelaku pasar pun mengekspektasikan tiga kali kenaikan suku bunga acuan AS pada tahun 2018 mendatang.